Memahami Proses Kehamilan dan Tips untuk Ibu Hamil

Posted on 6 views

Proses Kehamilan dan Tips Ibu Hamil – Setiap wanita pasti akan menjadi ibu, dan tentunya setiap wanita juga pasti akan mengalami yang namanya kehamilan. Namun ada juga beberapa wanita yang telah divonis oleh dokter bahwa dirinya tidak dapat hamil. Dan hal itu tentu sangat membuat setiap wanita yang mengalaminya terpukul sehingga berbahagialah wanita yang pernah merasakan kehamilan. Kehamilan memang selalu menjadi dambaan pasangan suami istri apalagi bagi pasangan yang baru menikah. Dan menjadi ibu hamil memang kelihatannya menyenangkan, karena kebanyakan dari ibu yang sedang hamil akan diperlakukan layaknya ratu, dimanja dan dituruti segala keinginannya.

Namun dibalik itu semua ada juga wanita hamil yang merasa sangat menderita saat hamil. Hal itu bisa saja dikarenakan oleh sindrom-sindrom yang terjadi saat hamil. Misalnya mual, muntah, tidak nafsu makan, dan lain sebagainya. Namun jangan khawatir, segala sindrom selama masa kehamilan tersebut tentu dapat anda atasi dengan berbagai cara. Tapi sebelum kita membahas tentang bagaimana cara mengatasi sindrom-sindrom selama masa kehamilan, sebaiknya kita mengetahui dahulu pengertian dari kehamilan dan proses-prosesnya. Berikut ini adalah penjelasan tentang Proses Kehamilan dan Beberapa Tips untuk Ibu Hamil :

Pengertian Kehamilan

Secara garis besar kehamilan merupakan proses yang berawal dari sperma yang masuk ke rahim dan membuahi sel-sel telur. Dan setelah itu wanita yang sel telurnya telah dibuahi akan membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, tepatnya pada bagian perut. Embrio ini merupakan sebutan untuk si calon bayi yang baru berusia beberapa minggu, dimana setelah usianya lebih dari 3 atau 4 minggu kemudian maka disebut dengan janin. Kehamilan ini biasanya terjadi selama 40 minggu yang terjadi antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran atau 38 minggu dari terjadinya pembuahan.

Masa-Masa Kehamilan

Dalam kehamilan ini akan ada 3 masa kehamilan yang biasa disebut juga dengan triwulan atau trimester. Ada trimester pertama, kedua dan juga ketiga. Pada trimester pertama ibu hamil harus sangat berhati-hati karena pada trimester pertama ini sangat rentan terjadi keguguran atau kematian terhadap embrio/fetus atau janin. Sedangkan pada trimester kedua janin akan mengalami perkembangan, dan perkembangan tersebut akan dapat anda amati melalui beberapa monitoring dan diagnosa. Dan pada trimester ketiga ini yang akan menandai viabilitas yaitu janin akan tetap bertahan hidup walaupun terjadi kelahiran awal alami ataupun kelahiran yang dipaksakan.

Proses Kehamilan

Selanjutnya kita akan membahas proses kehamilan secara detail supaya anda mengetahui dan dapat lebih menjaga janin dalam kandungan anda. Proses yang pertama adalah ovulasi dimana ovulasi ini terjadi ketika sel telur (ovum) yang terdapat pada kantung-kantung (folikel) yang pada suatu masa kan pecah dan mengeluarkan seluruh sel telur yang ada di dalamnya. Proses ovulasi ini biasanya terjadi setiap bulan sesuai dengan siklus menstruasi masing-masing wanita yang rata-rata terjadi kurang lebih 2 minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya.

Proses kehamilan selanjutnya adalah proses kenaikan hormon. Proses ini adalah kelanjutan dari proses ovulasi seperti yang digambarkan tadi. Proses kenaikan hormon ini merupakan sebuah proses dalam kehamilan dimana setelah sel telur keluar dan meninggalkan folikel lalu folikel tersebut berkembang menjadi sesuatu yang biasanya disebut juga dengan korpus luteum. Dan korpus luteum ini akan melepaskan hormone yang nantinya akan berpengaruh pada lapisan rahim, yaitu mempertebal lapisan rahim. Dan proses mempertebal lapisan rahim ini juga berfungsi untuk mempersiapkan rahim ketika nantinya terjadi kehamilan.

Selanjutnya adalah proses kehamilan dimana telur akan berjalan ke tuba Fallopi. Dan disinilah sel telur tersebut akan tinggal selama kurang lebih 24 jam dan menunggu datangnya sperma untuk membuahi. Dan jika tidak ada sperma yang datang untuk membuahi sel telur maka sel telur akan bergerak menuju rahim dan kemudian hancur.

Kehancuran ini menyebabkan kadar hormon dari korpus luteum menjadi luruh, kemudian terjadilah menstruasi. Namun jika ada sperma yang datang dan membuahi sel telur tersebut maka akan terjadi proses yang namanya pembuahan (fertilisasi). Sel telur ini hanya memiliki masa hingga 24 jam sedangkan sperma hingga 72 jam. Oleh karena itulah masa subur wanita hanya berlangsung selama 4 hari yaitu hari ke 12 hingga ke 16 yang dihitung dari hari pertama menstruasi.

Selanjutnya telur yang telah dibuahi (zigot) akan berada dalam Tuba Fallopi hingga 3 sampai 4 hari dan akan mulai membelah diri menjadi embrio dengan sangat cepat. Sambil terus membelah, embrio ini berjalan menuju rahim dan ketika sampai pada rahim, embrio tersebut akan menempel dan tertanam di dalam dinding rahim yang telah mengalami proses penebalan tadi atau yang biasa disebut dengan lahan subur. Proses penanaman embrio pada dinding rahim ini disebut juga dengan implantasi. Pada waktu inilah beberapa dari wanita hamil akan mengalami pendarahan yang berupa sedikit bercak selama satu hingga dua hari. Begitulah kiranya proses kehamilan yang terjadi pada wanita.

Apa Itu Morning Sickness?

Selanjutnya saat usia kehamilan baru memasuki minggu-minggu awal dalam trimester pertama, wanita biasanya akan mengalami yang namanya Morning Sickness. Morning Sickness ini adalah munculnya rasa mual yang menyebabkan terjadinya muntah, namun tingkat mual yang dirasakan oleh tiap wanita berbeda. Ada yang merasa mual hanya pada pagi hari saja, ada juga yang mual hanya pada saat mencium bau-bau tertentu atau pada saat memakan makanan tertentu, ada juga yang merasakan mual setiap saat dan bahkan ada juga yang tidak merasakan mual sama sekali. Jadi tingkat mual yang dirasakan oleh masing-masing wanita bisa berbeda-beda tergantung dari ketahanan tubuh masing-masing.

Tips Mengatasi Mual (Morning Sickness)

Dalam mengatasi morning sickness tersebut terdapat beberapa cara yang sangat efektif untuk membantu anda menghindari terjadinya mual atau muntah selama hamil. Tips ibu hamil untuk mengatasi morning sickness yang pertama adalah jangan makan terlalu banyak. Pola makan yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah makan dengan porsi yang sedikit tapi sering. Dan makanlah makanan yang mengandung karbohidrat dan protein yang tinggi. Misalnya seperti sayuran, buah-buahan, kentang, susu, roti, dll. Dan tips wanita hamil untuk mengatasi morning sickness adalah dengan menghindari segala makanan yang berminyak, berlemak dan yang pedas, karena makanan-makanan tersebut akan memicu rasa mual.

Tips ibu hamil selanjutnya adalah dengan mengkonsumsi air minum dalam jumlah yang telah ditentukan, normalnya adalah 8 gelas per hari. Selain mengkonsumsi air putih, bisa juga dengan asupan jus. Dan sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein ataupun karbonat. Dan selanjutnya untuk meningkatkan kesehatan diri anda dan janin di dalam kandungan anda, anda bisa mengkonsumsi berbagai macam vitamin seperti misalnya vitamin B6 dan asupan asam folat. Dan bagi ibu hamil sebaiknya lakukan relaksasi saat anda membutuhkan atau saat anda mulai penat dan bosan. Istirahat adalah salah satu cara untuk merelaksasi tubuh dan pikiran anda supaya tidak stress dan supaya tetap fresh.

Kehamilan adalah sebuah proses kehidupan yang banyak dinantikan oleh pasangan suami-istri. Kebahagiaan pasti terpancar saat berita ini disampaikan ke seluruh anggota keluarga dan dibeberapa kelompok masyarakat bahkan ada kegiatan yang harus dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas anugerah kehamilan. Dengan mengenal dan mengetahui proses kehamilan diharapkan para wanita juga para suami akan lebih menghargai dan menjaga kehamilan tersebut, meskipun dalam prosesnya terjadi berbagai peristiwa yang membutuhkan perhatian khusus yang telah kami ulas di atas meskipun cukup singkat dengan beberapa tips selama kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *